Lompat ke isi utama

Berita

LOLLY SUHENTI SAMPAIKAN 2 (DUA) POIN PENTING DALAM PELUNCURAN PETA KERAWANAN PADA PEMILIHAN SERENTAK 2024 BAWASLU PROVINSI JAWA BARAT

Anggota Bawaslu RI Kordiv P2HM Lolly Suhenti Membuka Acara Pemetaan Kerawanan Pemilihan 2024 Bawaslu Provinsi Jawa Barat di Hotel Grand Sunshine Soreang Bandung

BAWASLU KARAWANG - Peluncuran Peta Kerawanan pada Pemilihan Serentak 2024 Bawaslu Provinsi Jawa Barat 22 Juli 2024, yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawab Barat bertempat  di Grand Sunshine Hotel Soreang Bandung (22/07/2024)

Hadir dalam acara tersebut, Anggota Bawaslu Republik Indonesia Kordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Lolly Suhenti, Plt Puslitbang Bawaslu Republik Indonesia, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Porkopimda Provinsi Jawa Barat, Partai Politik, Pegiat Pemilu, Organisasi Kagamaan, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, serta Ketua, anggota dan Kepala/Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat.

Dalam arahannya Lolly menyampaiakan “Saya datang tidak sendiri Bersama Plt Puslitbang Bawaslu RI Pa Siregar, kehadiran beliau menunjukkan keseriusan bahwa Indek kerawanan adalah milik publik sehingga hasilnya nanti tidak hanya digunakan Bawaslu tapi digunakan oleh seluruh masyarakat supaya bisa mewaspadai hal-hal yang perlu diantisipasi. Mitra Bawaslu yang lain adalah sahabat Komisi Pemihan Umum. Karena seluruh pemilihan kepala daerah adalah sentralnya ada di Komisi Pemilihan umum, sebagai penyelenggara teknis maka KPU pihak yang paling berkepentingan terhadap pemetaan kerawanan ini, jadi terimaksih sudah hadir secara langsung di acara ini”.

Lolly menegaskan bahwa ada 2 (dua) hal saja yang ingin saya sampaikan, pertama senang bisa hadir Kembali di jawa barat negeri tempat silih asah, silih asih, dan silih asuh, tanah pasundan, tatar sunda yang harus kita jaga. Kenapa menjadi hal yang luar biasa, ini karena  Jawa Barat ini menjadi provinsi kedua meluncurkan pemetaan kerawanan pemilihan se Indonesia setelah  Provinsi Lampung, dalam waktu dekat disusul Provinsi Bali.

Perlu kita maknai pemetaan kerawanan ini diluncurkan lebih dini oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat bukan tanpa tujuan tentu ada tujuannya, nanti kita akan sama-masa simak.

Pemilih di Idonesia pusatnya ada di Jawa barat 17,5 % pemilih pada pemilu 2024 ada di Jawa Barat, maka dengan posisi ini masuk pada poin kedua, betapa Jawa Barat akan menjadi sentra orang mengukur kualitas pilkada kita, kenapa begitu ? Pertama memang pelilih kita jawa barat 35 juta bukan angka yang sedikit, bukan angka kaleng-kaleng, sehingga siapapun yang terpilih nanti kerja keras nya diperlukan, dalam konek ini maka 35 juta atau 17,5 % pemilih yang berada di Jawa Barat, kalau penyelenggara nya oke, pemilihnya oke,  aparat penegak hukum nya oke, maka bisa dipastikan pemilihan kepala daerah akan luar biasa.  Pengawas Parsipatifnya aktif saja maka bisa dipastikan semakin kecil peluang pelanggaran itu terjadi. Tapi kalau angka 17,5 % dari total pemilih yang ada di Idonesia ini tidak bergerak, diam, pasip, apatis terhadap pemilihan kepala daerah maka tidak akan menjadi apa-apa, inilah tantangan kita di Jawa Barat dan inilah kenapa peta kerawanan ini hadir, karena sayang jika kemudian pemilih yang besar tidak beranding lurus terhadap kualitas proses yang baik, tidak berbanding lurus terhadap kualitas hasil yang bisa diterima oleh semua pihak karena itu sahabat-sahabat sekalian 2 poin ini mengantarkan peta kerawanan diluncurkan di Jawa Barat, pungkasnya. (A.Supriadi).