Bawaslu Raih Peringkat 3 Lembaga Paling Dipercaya Publik, Engkus Kusnadi: Bukti Pengawasan Pemilu Semakin Mendapat Kepercayaan Masyarakat
|
Karawang, 8 Juni 2026 — Kabar membanggakan datang bagi keluarga besar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Berdasarkan hasil Survei Nasional Poltracking Indonesia periode 11–17 Mei 2026, Bawaslu menempati peringkat ketiga lembaga negara dan institusi demokrasi yang paling dipercaya publik dengan tingkat kepercayaan mencapai 71,3 persen.
Tidak hanya itu, dalam kategori tingkat kepuasan publik terhadap lembaga negara dan institusi demokrasi, Bawaslu juga mencatatkan angka yang tinggi, yakni 70,1 persen, sekaligus menempatkan Bawaslu pada posisi ketiga dari sepuluh lembaga yang disurvei.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kinerja pengawasan pemilu yang dilakukan Bawaslu di seluruh tingkatan semakin mendapat pengakuan dan apresiasi dari masyarakat. Posisi Bawaslu berada di atas sejumlah lembaga negara strategis lainnya dan hanya berada di bawah TNI serta Presiden dan Wakil Presiden dalam tingkat kepercayaan publik.
Survei nasional tersebut melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, dengan metode wawancara tatap muka yang dilakukan secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.
Ketua Bawaslu Kabupaten Karawang, Engkus Kusnadi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh jajaran Bawaslu, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Tingginya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat menunjukkan bahwa kerja-kerja pengawasan yang selama ini dilakukan mendapat apresiasi dari publik. Ini bukan hanya prestasi lembaga, tetapi juga amanah yang harus terus kami jaga,” ujar Engkus Kusnadi saat diwawancarai, Senin (8/6/2026).
Engkus menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bawaslu yang terus berupaya menghadirkan pengawasan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.
“Kami di Bawaslu Kabupaten Karawang merasa bangga menjadi bagian dari lembaga yang dipercaya masyarakat. Kepercayaan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif, serta memastikan setiap tahapan pemilu dan pemilihan berjalan sesuai prinsip demokrasi, jujur, dan adil,” tambahnya.
Lebih lanjut, Engkus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawal demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu yang efektif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.
“Ke depan, kami berharap tingkat kepercayaan masyarakat kepada Bawaslu terus meningkat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi setiap proses demokrasi. Semakin tinggi partisipasi publik, maka semakin kuat pula kualitas demokrasi yang kita bangun bersama,” tegasnya.
Capaian ini menjadi penyemangat bagi Bawaslu untuk terus menjaga integritas, independensi, dan profesionalitas dalam menjalankan fungsi pencegahan, pengawasan, serta penindakan pelanggaran pemilu demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas dan berkeadilan di Indonesia.
Penulis dan Editor : Sidik Somantri