TINGKATKAN KINERJA PENGAWASAN, BAWASLU KARAWANG GELAR DISKUSI DARING BERSAMA MAHASISWA KARAWANG

KARAWANG – Dalam rangka peningkatan kinerja pengawasan, Bawaslu Kabupaten Karawang melaksanakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif melalui Diskusi Daring Pengawasan bersama Mahasiswa di Kabupaten Karawang dengan Tema “Partisipasi Pemilih Pemula Dalam Menyongsong Pemilu Dan Pilkada Serentak Nasional Tahun 2024”, Kamis (17/06).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan, S.E, Anggota Bawaslu Suryana Hadi Wijaya, S.T., M.T dan Roni Rubiat Machri S.E., serta 3 (tiga) Marasumber yang panitia undang yaitu : Zaki Hilmi (Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat), Dr. Iu Rusliana, S.Fil.I.,M.Si, (Dosen UIN Bandung), dan Gustiawan, S.Pd. (Ketua Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Karawang); tidak ketinggalan 70 perserta diskusi daring dari 100 orang yang kita undang.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Karawang Suryana Hadi Wijaya dalam pembukaannya menyampaikan bahwa tujuan diskusi daring pengawasan ini yaitu pertama bagi bawaslu untuk meningkatkan kinerja pengawasan dan kedua bagi perserta diskusi adalah untuk meningkatkan kapasitas kepemiluan khususnya merngenai pengawasan partisipatif.

“juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat partisipasi pemilih pemula dan pemilih muda di Karawang pada pemilu dan pilkada serentak mendatang, data dari BPS Karawang tahun 2020 pemilih pemula dan pemilih muda ini jumlahnya tidak sedikit yaitu 403.040 (24 %) dari jumlah pemilih DPT Tahun 2020 “ ujar nya.

Dalam Arahannya nya Zaki Hilmi menyampaikan bahwa Pertimbangan hukum terselenggaranya Pemilu dan Pilkada seretak Tahun 2024 adalah pertama Putusan MK No. 14/PUU-XI/2013 yang menyatakan Keserentakan Pemilu memillih anggota DPR, DPD, DPRD, dan Presiden dan Wakil Presiden, kedua Putusan MK No. 55/PUU-XVII/2019 yang menyatakan keserentakan Pemilu penggabungan antara Pemilu dan Pilkada dan Kodifikasi pengaturan Pemilu dan Pilkada yakni Pemilu Daerah dan Pemilu nasional.

“ Menurut Mahkamah penyelenggaraan Pilpres haruslah dikaitkan dengan rancang bangun sistem pemerintahan menurut UUD 1945, yaitu sistem pemerintahan presidensial. Salah satu di antara kesepakatan Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat saat melakukan pembahasan Perubahan UUD 1945 (1999-2002) adalah memperkuat sistem presidensial. Dalam sistem pemerintahan presidensial menurut UUD 1945, Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Presiden sebagai kepala negara dan lambang pemersatu bangsa”, ujar beliau.

 

Dalam kesempatan pemateri kedua Iu Rusliana menyampaikan peran serta pemilih pemula dan pemilih muda beliau lebih menekankan pada angkatan lahir milenial dan post millenial. Generasi Y, yang lahir di antara tahun 1981-1995 disebut dengan generasi millenial dan generasi yang lahir dari tahun 1996 sampai dengan saat ini disebut generasi post milenial.

“ kelebihan atau ciri khusus generasi post milenial yaitu : tidak sabaran, tak mau rugi, dan banyak menuntut; percaya diri dan optimis, cenderung lebih mudah menerima perubahan; Family centric, meski generasi milinial mandiri tapi cenderung dekat dengan orang tua; inovatif dan memunculkan ide baru, mengikuti trend terbaru dan tak sabar untuk mendapatkan trendnya sendiri; memiliki semangat yang luar biasa dan cepat karena kebanyakan lebih melek teknologi; tidak menyukai jadwal yang detail; anytime-anywhere, kurang memperdulikan aturan baku, bagi mereka bekerja di café atau toko merupakan hal yang lumrah; minusnya generasi milenial adalah generasi milenial dianggap kurang baik dalam menjalin komunikasi dengan sesama “ ujar Kang Iu.

Masih dalam kesempatan yang sama pemateri ke tiga Gustiawan selain menyampaikan peran serta pemilih pemula dalam menyongsong pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 beliau juga menyampaikan bagaimana Peranserta Pemantau Pemilu dalam Pengawasan pada Pemilu dan Pilkada Serentak Nasional Tahun 2024.

Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan usai pelaksanaan Diskusi Daring Pengawasan di ruang kerjanya menyampaikan “terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksanannya Diskusi Daring Pengawasan ini terutama kepada Pa Zaki Hilmi yang telah mengarahkan dan membimbing serta sekaligus bersedia menjadi narasumber di acara diskusi daring tersebut, kepada para narasumber Kang Iu Rusliana dan Kang Gustiawan, kepada seluruh jajaran pimpinan dan staf Bawaslu Karawang, kepada Rektor UNSIKA, Rektor UBP, Rektor UBSI, Ketua STIKES dan Ketua STIMIK Horizon yang telah mengirimkan mahasiswanya untuk menjadi peserta, serta pihak lain yang juga telah mendukung dengan menjadi peserta diskusi, dan terakhir kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan nya masih banyak kekurangan baik dalam segi teknis, materi, maupun lainnya “, demikian pungkasnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan Sertifikat Diskusi Daring dari Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan kepada Narasumber yang hadir Kantor Bawaslu Karawang yaitu Pak Zaki Hilmi dan Gustiawan. (AS)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *